Kelompok ini meliputi dari litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb),
sesium (Cs), dan fransium (Fr).
Logam-logam alkali logam-logam blok s
karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron
terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini
seperti energi ionisasi (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya
elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu
elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan
Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa
dari unsur-unsur Golongan 1 cenderung bersifat ionik. Alkali berasal dari bahasa arab kali yang berarti abu.
Sifat Logam alkali :
·
Logam Alkali sangat reaktif, karena itu harus
disimpan dalam minyak.
·
Sifat yang umum dimiliki oleh logam alkali
adalah sebagai konduktor panas yang baik, titik didih tinggi, permukaan
berwarna abu-abu keperakan.
·
Atom logam alkali bereaksi dengan melepaskan 1
elektron membentuk ion bermuatan +1. Na → Na+ + 1 e-. Susunan elektron dari 2.8.1 o 2.8, yang merupakan
konfigurasi elektron gas mulia.
Sifat lain logam alkali, memiliki titik leleh rendah, densitas
rendah, sangat lunak.
Kecenderungan golongan alkali dengan meningkatnya nomor atom adalah:
- Titik
leleh dan titik didih menurun
- Unsur
lebih reaktif
- Ukuran
Atom membesar (jari-jari makin besar)
- Densitas
meningkat proportional dengan meningkatnya massa atom.
- Kekerasan
menurun
Warna Nyala Logam Alkali
Logam alkali bila dipanaskan
dapat menghasilkan warna nyala api yang khas untuk
masing-masing jenis logam alkali. Litium ( Li ) menghasilkan warna nyala api
merah, natrium ( Na ) menghasilkan warna nyala api kining atau oranye, kalium (
K ) menghasilkan warna nyala api ungu, rubidium ( Rb ) menghasilkan warna nyala
api biru kemerahan dan cesium ( Cs ) menghasilkan warna nyala api biru.
Reaksi Logam Alkali dengan
Udara/Oksigen
Semua logam pada Golongan 1 ini sangat reaktif dan
harus dihindarkan dari bersentuhan dengan udara untuk mencegah terjadinya
oksidasi. Semakin ke bawah Golongan, kereaktifan semakin meningkat.
Lithium, natrium dan kalium disimpan di dalam minyak. (Lithium sebenarnya
mengapung dalam minyak, tapi terdapat cukup banyak lapisan minyak untuk
melindunginya. Itulah sebabnya lithium kurang reaktif dibanding unsur lain
dalam Golongan 1).
Rubidium dan
cesium biasanya disimpan dalam tabung-tabung kaca tertutup untuk mencegahnya
bersentuhan dengan udara. Tabung-tabung tempat menyimpan kedua logam ini bisa
berupa lingkungan gas vakum atau lembam, seperti gas argon. Tabung-tabung ini
dipecahkan tutupnya jika logam didalamnya akan digunakan.
Reaksi dengan Hidrogen
Dengan pemanasan logam alkali dapat
bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida. Senyawa
hidrida yaitu senyawaan logam alkali yang atom hidrogen memiliki bilangan
oksidasi -1.
Reaksi dengan Halogen
Unsur-unsur halogen merupakan suaru
oksidator sedangkan logam alkali merupakan reduktor kuat. Oleh sebab itu reaksi
yang terjadi antara logam alkali dengan halogen merupakan reaksi yang kuat. Produk yang diperoleh dari
reaksi ini berupa garam halida.
Reaksi dengan Senyawa
Logam-logam
alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan akan terbakar dalam
aliran hidrogen klorida.
Kegunaan
Logam Alkali dan Senyawanya
1.
Kegunaan natrium
( Na )
·
Sebagai pendingin pada reaktor nuklir
·
Natrium digunakan pada pengolahan logam-logam
tertentu
·
Natrium digunakan pada industri pembuatan bahan
anti ketukan pada bensin yaitu TEL (tetraetillead)
·
Uap natrium digunakan untuk lampu natrium yang
dapat menembus kabut
·
Untuk membuat senyawa natrium seperti Na2O2 (natrium
peroksida) dan NaCN (natrium sianida)
·
Natrium juga digunakan untuk foto sel dalam
alat-alat elektronik.
2.
Kegunaan Senyawa
Natrium
a.
Natrium Klorida
Senyawa
natrium yang paling banyak diproduksi adalah natrium klorida (NaCl). Natrium
klorida dibuat dari air laut/ dari garam batu. Kegunaan senyawa natrium klorida
antara lain :
·
Bahan baku untuk membuat natrium (Na), klorin
(Cl2), hydrogen (H2), hydrogen klorida (HCl) serta senyawa- senyawa
natrium seperti NaOH dan Na2CO3.
·
Pada industri susu serta pengawetan ikan dan
daging.
·
Di negara yang bermusim dingin, natrium klorida
digunakan untuk mencairkan salju di jalan raya.
·
Regenerasi alat pelunak air.
·
Pada pengolahan kulit.
·
Pengolahan bahan makanan yaitu sebagai bumbu
masak atau garam dapur.
b.
Natrium Hidroksida
(NaOH)
Natrium
hidroksida dihasilkan melalui elektrolisis larutan NaCl. Natrium hidroksida
disebut dengan nama kaustik soda atau soda api yang banyak digunakan dalam
industri berikut :
·
Industri sabun dan deterjen. Sabun dibuat dengan
mereaksikan lemak atau minyak dengan NaOH.
·
Industri pulp dan kertas. Bahan dasar pembuatan
kertas adalah selulosa (pulp) dengan cara memasak kayu, bambu dan jerami dengan
kaustik soda (NaOH).
·
Pada pengolahan aluminium Kaustik soda digunakan
untuk mengolah bauksit menjadi Al2O3 (alumina)
murni.
·
NaOH juga digunakan dalam industri tekstil,
plastik, pemurnian minyak bumi, serta pembuatan senyawa natrium lainnya seperti
NaClO.
c. Natrium Karbonat (Na2CO3)
Natrium karbonat berasal dari sumber alam yaitu
trona dan dapat juga dibuat dari NaCl. Natrium karbonat dinamakan juga soda
abu. Natrium karbonat banyak digunakan untuk :
·
Industri pembuatan kertas, untuk membentuk sabun
damar yang berfungsi menolak air dan pengikat serat selulosa (pulp)
·
Industri kaca, industri deterjen, bahan pelunak
air (menghilangkan kesadahan pada air).
d.
Natrium
Bikarbonat (NaHCO3)
Natrium bikarbnat disebut juga
soda kue. Kegunaannya sebagai bahan pengembang pada pembuatan kue.
e.
Natrium Sulfida (Na2S)
Digunakan
bersama-sama dengan NaOH pada proses pengolahan pulp (bahan dasar pembuat
kertas).
f.
Natrium Sulfat (Na2SO4)
Natrium sulfat
dibuat dari NaCl dengan H2SO4 dengan pemanasan
dengan reaksi :
2NaCl(s) +
H2SO4(l) → Na2SO4(s) +
2HCl(g)\
kegunaannya
sebagai bahan yang dapat dipakai untuk menyimpan energi surya, sehingga dapat
dipakai sebagai penghangat ruangan dan penghangat air.
g.
Kegunaan senyawa
natrium yang lain
·
NaCN untuk ekstraksi emas dan untuk mengeraskan
baja.
·
NaNO2 untuk bahan pengawet.
·
NaHSO3 untuk proses pembuatan
pulp.
·
Na2SiO3 untuk bahan
perekat atau pengisi dalam industri kertas (karton) dan sebagai bahan pengisi
pada industri sabun.
3.
Kegunaan Kalium (K)
Kegunaan
kalium dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
·
Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan
membutuhkan garam-garam kalium, tidak sebagai ion K+sendiri, tetapi
bersama-sama dengan ion Ca2+ dalam perbandingan tertentu.
·
Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium
superoksida (KO2) yang dapat bereaksi dengan air membentuk oksigen. persamaan
reaksinya:
4KO2(S) + H2O(l)
→ 4KOH(aq) + 3O2(g)
·
senyawa KO2 digunakan sebagai
bahan cadangan oksigen dalam tambang (bawah tanah), kapal selam, dan digunakan
untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas.
4.
Kegunaan Senyawa
kalium
Kegunaan
senyawa kalium ialah sebagai berikut :
·
KOH
digunakan pada industri sabun lunak atau lembek.
·
KCl dan K2SO4 digunakan
untuk pupuk pada tanaman.
·
KNO3 digunakan sebagai komponen
esensial dari bahan peledak, petasan dan kembang api.
·
KClO3 digunakan untuk pembuatan
korek api, bahan peledak, dan mercon. KClO3dapat juga digunakan
sebagai bahan pembuat gas Cl2, apabila direaksikan dengan larutan
HCl pada laboratorium.
·
K2CO3 digunakan pada industri kaca.
5.
Kegunaan Logam
Alkali Lain dan Senyawanya
Selain natrium dan kalium, kegunaan logam alkali
sebagai berikut :
·
Litium digunakan untuk membuat baterai.
·
Rubidium
(Rb) dan Cesium (Cs) digunakan sebagai permukaan peka cahaya dalam sel
fotolistrik yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
·
Li2CO3 digunakan
untuk pembuatan beberapa jenis peralatan gelas dan keramik.
Sumber Logam Alkali Di Alam
·
Natrium
ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air laut, dalam
entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O),
boraks (Na2B4O7.10H2O) dan
mirabilit (Na2SO4).
·
Kalium
didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit (KCl.MgCl2.6H2O)
sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2).
Selain dari kalium juga terdapat dalam air laut.
·
Unsur
rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses pengolahan litium
dari mineralnya.
:p>
·
Rubidium (Rb) dan Cesium (Cs) digunakan sebagai permukaan
peka cahaya dalam sel fotolistrik yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
·
Li2CO3 digunakan untuk pembuatan beberapa jenis
peralatan gelas dan keramik.
Sumber Logam Alkali Di Alam
·
Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang
terdapat dalam air laut, dalam entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O),
boraks (Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).
·
Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral
karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2).
Selain dari kalium juga terdapat dalam air laut.
·
Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil
samping proses pengolahan litium dari mineralnya.