sistem pencernaan

       Bila manusia mencium bau masakan harum dari makanan muncullah selera makan. Air ludah keluar dari mulut. Inilah langkah pertama daripada perubahan makanan yang disantap menjadi makanan yang dapat dipakai sel tubuh. Perubahan itu disebut pencernaan makanan.

        Misalnya makan nasi, minum susu dan makan pisang. Gerakan menggiling nasi menjadi halus. Air ludah membasahi makanan yang sedang dikunyah.

        Air ludah mengandung suatu zat kimia yang disebut enzim. Karena pengaruh enzim ini maka hidrat arang (karbohidrat) dalam nasi mulai berubah menjadi gula. Itulah sebabnya nasi yang lama – lama dikunyah rasanya manis. Gumpalan makanan didorong oleh lidah ke dalam kerongkongan. Letak kerongkongan di belakang tenggorokan. Otot – otot pada dinding kerongkongan mendorong makanan melalui kerongkongan menuju lambung.  Andai kata makan dengan kepala di bawah dan kaki di atas, makanan itu akan tetap didorong menuju lambung. Setelah makanan itu tiba di lambung otot – otot pada lambung akan menekan dan mendorong makanan. Tiga jenis enzim yang dibuat dinding lambung bercampur dengan makanan. Ketiga enzim tersebut adalah asam klorida, pepsin, dan renin. Asam klorida bersama pepsin mengubah protein menjadi pepton, renin mengendapkan keju dan air susu. Selama waktu dua sampai lima jam lambung menyelesaikan tugasnya. Kini makanan sudah berupa cairan.

        Dari lambung makanan cair nenasuki usus halus. Usus halus mendapat nama karena garis tengahnya hanya 25 cm. Panjangnya kurang lebih 600 cm, letaknya berlipat – lipat. Dalam usus halus, makanan bercampur dengan enzim buatan hati dan pankreas. Hati membuat empedu yang mengubah lemak menjadi emulsi. Pankreas membuat tiga enzim yang aktif sekali mengubah karbohidrat menjadi gula, protein menjadi asam protein dan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Bagian pangkal dari usus halus mengandung jutaan bakteri, yang turut membantu mencerna makanan. Makanan yang sudah dicerna itu, atau sari makanan, dapat masuk darah melalui dinding usus halus. Sisa makanan yang tidak dapat dicerna tinggal tetap dalam usus halus, kemudian memasuki usus tebal. Antara usus halus dan usus tebal terdapat usus buntu. Jaringan tambahan pada usus buntu dinamakan umbai cacing. Akhirnya sisa makanan keluar dari tubuh melalui dubur.

        Pekerjaan utama pencernaan makanan ada di usus halus. Dari usus halus sari makanan melalui perjalanannya menuju sel seluruh tubuh. Dinding usus halus sebelah dalam tidak licin, melainkan berkerut – kerut dan berjonjot – jonjot. Pada tiap satu cm persegi dinding usus halus terdapat ratusan jonjot. Sari makanan keluar keluar melalui dinding jonjot dan masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Sebagian makanan yang sudah siap pakai diangkut oleh darah menuju sel. Bagian lain diangkut ke hati. Hati mengubah gula menjadi glukosa lalu disimpannya. Sewaktu tubuh memerlukan gula lebih banyak, hati mengubah glukosa menjadi gula kembali.

        Hati berwarna merah cokelat. Beratnya kurang lebih satu setengah kilogram. Tugasnya penting sekali. Selain daripada hati melindungi tubuh dari pengaruh racun yang memasuki tubuh,. Selanjutnya hati mengatur banyaknya darah yang beredar. Ini baru sebagian tugas dari hati.