food suplemen
Food supplement atau sering disebut juga makanan tambahan atau dietary supplement. Bahan ini meliputi aneka produk kesehatan yang mengandung satu atau lebih zat yang bersifat nutrisi atau obat. Nutrisi yang terkandung dalam food supplement meliputi vitamin, mineral, dan asam amino (elemen pembangun protein). Sementara itu, food supplemet yang bersifat obat umumnya diambil dari tanaman atau jaringan hewan yang memiliki khasiat obat.

        Manusia sudah ratusan bahkan ribuan tahun menggunakan suplemen untuk membantu meningkatkan ataupun merawat kesehatan. Contohnya, manusia sudah menggunakan teh kulit pohon wilow (willow bark) sebagai ramuan untuk menyembuhkan demam. Perusahan farmasi akhirnya mengetahui manfaat zat kimia dalam willow bark sehingga akhirnya memanfaatkannya untuk memproduksi aspirin.

        Suplemen makanan diartikan sebagai zat atau bahan makanan tambahan yang dikonsumsi. Zat atau bahan makanan tersebut dapat berupa vitamin, mineral, jamu atau tanaman obat, asam amino, atau bagian – bagian dari zat atau bahan makanan ini. Suplemen makanan ini merupakan pendamping atau penambah program diet, nutrisi, atau kondisi tubuh tertentu, dan bukan merupakan pengganti makanan. Umumnya suplemen makanan berupa vitamin (misalnya vitamin C) dan mineral, botanical (misalnya jamu dan produk makanan), dan zat atau bahan yang berasal dari sumber alam (misalnya susu whey dan glucosamine). Bentuk suplemen makanan dapat berupa pil, kapsul, tablet, serbuk, softgel, atau cair.

        Para produsen suplemen makanan secara resmi dilarang memberi pernyataan bahwa produknya dapat mendiagnosa, menyebuhkan, merawat, atau mencegah penyakit. Namun, para produsen suplemen dapat menyatakan bahwa produk suplemennya dapat meningkatkan atau berkontribusi menjaga kesehatan.
       
Beberapa contoh penggunaan suplemen makanan diantaranya, memperkuat sistem kekebalan dengan suplemen vitamin A, vitamin C, Herbal Echinaceha, dan jamur Shiitake. Untuk mengobati infeksi spesifik digunakan goldenseal (infeksi bakteri), licorice (infeksi virus), dan tea tree oil (infeksi jamur pada kulit).

        Menghilangkan racun tubuh (detoksifikasi) dengan suplemen beta karoten, vitamin C, vitamin E, dan klorofil. Untuk mengatasi keracunan usus diberikan suplemen laktobasilus. Untuk detoksifikasi hati biasa dipakai suplemen bawang putih atau garlic, sylibum marianum, sayuran golongan brassica (kubis, kol, brussel sprout), dan glutathione.

        Mengatasi radang dengan suplemen vitamin E dan vitamin C dosis tinggi untuk menormalkan kembali fungsi respons tubuh terhadap radang. Untuk menurunkan efek peradangan digunakan suplemen quercetin, flax seed oil, evening primrose oil, dan minyak omega.

        Mengoptimalkan fungsi metabolik terutama untuk memperbaiki sistem pencernaan dengan suplemen herbal bitter, betain hidroklorida, dan enzim pepsin.

        Menyeimbangkan sistem hormon seperti, memperbaiki hormon tiroid dengan pemberian suplemen mineral tembaga, selenium, seng, dan ekstrak kelenjar tiroid. Meningkatkan kadar hormon DHEA dengan suplemen Siberian panax ginseng dan suplemen DHEA. Meningkatkan keseimbangan hormon wanita dengan suplemen mineral seng dan vitamin A. Meningkatkan fungsi hormon pria dengan mengkonsumsi suplemen mineral seng, Siberian panax ginseng, dan tribulus yang dapat bekerja dengan baik ketika digabung dengan suplemen HEA dan ZMA.

        Untuk mencegah penuaan dini (antiaging) diperlukan suplemen vitamin C, vitamin E, vitamin B12, Coenzym Q 10, glucosamine sulfat, glutathione, chromium, magnesium, selenium, dan flax seed oil.  Sedangkan dari kelompok herbal yang disarankan adalah suplemen Siberian panax ginseng, gingko biloba, dan crateagus oxycanthe