Salsabila-Ravina

  • Home
  • About
    • Informasi
    • Ilmu
    • Teknologi
    • Game
    • Bisnis
  • Contact
  • Shop
  • Advertise

Cara Berlaboratorium yang Baik

by Unknown 9:16:00 PM akurasi GLP laboratorium limit deteksi limit kuantitasi presisi robustness ruggedness spesifitas linieritas
Untuk mempunyai laboratorium yang baik atau (Good Laboratory Practice = GLP) harus mempunyai persyaratan yang telah ditentukan. Secara umum GLP didefinisikan sebagai suatu sistem kualitas yang berkaitan dengan proses organisasional dan kondisi laboratorium, dimana suatu penelitian dirancang dilaksanakan, dipantau, dicatat, diarsip dan dilaporkan. Tujuan umum GLP adalah meningkatkan kualitas penelitian dan datanya. Prinsipnya berupa suatu kumpulan persyaratan yang akan memuaskan sebagai dasar untuk mendapatkan kualitas, reabilitas dan integritas penelitian, serta keterlacakan data. Sasaran akhir GLP adalah melindungi manusia dan lingkungan hidup dari pengaruh bahan kimia berbahaya dan beracun, international comparability of analytical data serta menghindari pengulangan penelitian yang berulang kali dengan biaya yang besar.
lab

Adapun Persyaratan utama untuk mencapai tujuan GLP pada sebuah laboratorium terkait dengan persyaratan - persyaratan personil, organisasi, validasi metode analisis, validasi instrumen analisis dan modernisasi instrumen kimia analisis.

Personil dan Organisasi.
Sistem pengorganisasian dan manajemen merupakan unsur penting dalam membangun GLP pada suatu laboratorium. Tanpa adanya pelaksanaan manajemen yang menyeluruh dan keterlibatan semua personilnya maka sistem GLP tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak memiliki kredibilitas.  
Personil harus memiliki kompetensi (pendidikan, pelatihan dan pengalaman) dan jumlahnya harus mencukupi untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan di laboratorium tepat waktu.


Validasi Metode Analisis.
Validasi metode adalah proses terdokumentasi yang menjamin bahwa pelaksanaan metode analisis yang bersifat karakteristik adalah telah sesuai dengan tujuan pelaksanaannya. Aktivitas validasi harus didokumentasi dengan tepat dan dilakukan pada instrumen dan alat yang memenuhi persyaratan dan terkalibrasi.

Pada permulaan validasi dilakukan pengkategorian persyaratan-persyaratan validasi dan mengusulkan kriteria penerimaan untuk setiap parameter validasi. Kriteria dan persyaratan-persyaratan ini pada akhirnya akan didokumentasi dalam suatu protokol validasi.
Mendiskusikan validasi metode analisis perlu memahami istilah-istilah yang digunakan dalam pelaksanaannya. Istilah-istilah parameter analisis yang perlu dipahami adalah:
a. Spesifisitas.
Spesifisitas merupakan karakteristik terpenting dari suatu metode dan harus ditetapkan sebagai salah satu variabel validasi yang utama. Spesifisitas merupakan kemampuan suatu metode untuk mengukur dengan akurat respon analit diantara seluruh komponen sampel potensial yang mungkin ada dalam matrik sampel.

 b. Linieritas.

Linieritas dari suatu prosedur analisis merupakan kemampuannya (pada rentang tertentu) untuk mendapatkan hasil uji yang secara langsung proporsional dengan konsentrasi (jumlah) analit didalam sampel. Rentang adalah jarak antara level terbawah dan teratas dari metode analisis yang telah dipakai untuk mendapatkan presisi, linieritas dan akurasi yang bisa diterima. Rentang yang digunakan biasanya 20% sampai 175% terhadap kadar analit dalam sampel. Persyaratan data linieritas yang bisa diterima jika memenuhi nilai koefisien korelasi (r) > 0,999 atau nilai variasi fungsi (Vxo) ≤ 2 %, sedangkan untuk bioanalisis (penetapan hayati/anal isis pada matrik sampel biologis) dipersyaratkan nilai Vxo = 5% - 10%.
c. Akurasi.
Akurasi suatu metode merupakan keterdekatan nilai pengukuran dengan nilai sebenarnya dari analit dalam sampel. Indikasi yang paling umum untuk menyatakan akurasi yang tinggi adalah perolehan kembali (% recovery). Perolehan kembali absolute merupakan hasil perolehan kembali analit dari matrik sampel yang dibandingkan dengan respon detector SRM (Standard Reference Material ) .
Akurasinya biasanya dinyatakan dengan Relative Error (Er) atau Absolute Error (E). Akurasi untuk bahan obat dengan kadar kecil biasanya disepakati 90 – 110%, akurasi untuk kadar obat yang lebih besar biasanya disepakati 95-105%, akurasi untuk bahan baku biasanya disepakati 98-102%, sedangkan untuk bioanalisis rentang akurasi 80-120% masih bisa diterima.
 d. Presisi.
Presisi suatu metoda analisis merupakan sejumlah pencaran hasil yang diperoleh dari analisis berulangkali pada suatu sampel homogen. Agar bermakna, penelitian presisi harus dilakukan menggunakan sampel yang pasti dan prosedur preparasi standar yang akan digunakan pada metode akhir. Presisi biasanya dinyatakan dengan Coefficient of
Variation (CV) dan Relative Standard Deviation (RSD). Harga RSD<20 ppt atau CV<2% dapat dikatakan metode tersebut memberikan presisi yang bagus, sedangkan untuk bioanalisis CV = 15% - 20% masih dapat diterima.

e. Limit Deteksi dan Limit Kuantitasi.
Limit deteksi (Limit of Detection) adalah kadar terkecil analit yang bisa memberikan tanggap detektor yang tingginya 2 sampai 3 kali tinggi simpangan maksimum dari derajat garis dasar. Limit Kuantitasi (Limit of Quantitation = LOQ) adalah kadar terkecil analit yang memberikan tinggi tanggap detektor 10 sampai 20 kali tinggi simpangan maksimum dari derau garis dasar. Pernyataan diatas berlaku untuk metode kromatografi, sedangkan untuk metode lainnya memiliki pernyataan LOQ yang berbeda.
f. Ruggedness.
Perbedaan uji metode analisis harus tidak bermakna (akurasi dan presisinya) terhadap
penentuan analit dalam matrik sampel yang identik pada variasi kondisi analisis yang memadai dan normal.
g. Robustness.
Perbedaan uji metode analisis harus tidak bermakna (akurasi dan presisinya) terhadap
penentuan analit dalam matrik sampel yang identik pada perubahan kecil kondisi analisis (yang dilakukan dengan sengaja) yang masih memadai dan normal.
READ MORE
SHARE :
The Most Popular Traffic Exchange
  • Home

Language

small rss seocips LANGGANAN ARTIKEL
GET UPDATE VIA EMAIL
Berlangganan artikel via email!

Label

Informasi Teknologi bisnis game ilmu

Latest Post

  • Popular
  • Recent
  • Comments
    Logam Alkali
    Trik dan tips Menangkan Poker TEXAS HOLDEM POKER
    Spektrum Atom
    Contoh Polisakarida dan Oligosakarida
    Lambang Kabupaten Bogor
    Reaksi Halogenasi
    Titrasi Iodimetri dan Iodometri
    Kompos : Rasio C/N
    Unsur Halogen
    Logam Alkali Tanah
Powered By Blogger
Attribution. Powered by Blogger.

Instagram

About Me

Unknown
View my complete profile

Histat

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.